pravdavero

Wednesday, June 29, 2005

Cihuy...........

The internet has been set up again.
dan pekerjaanku dah balik: balesin email. kerjaan koq balesin email ya...
hari ini banyak email masuk.
ntar ah dilanjutin.

Saturday, June 25, 2005

ON/OFF brand nu!

HERE WE COME AGAIN.
ON/OFF media orang biasa,tampil dengan ON/OFF brand nu yang merupakan edisi pertama perubahan format. Dalam format baru ini, ON/OFF tampil lebih segar, lebih handy, dengan ukuran yang lebih kecil. ON/OFF berubah dari format magazine (majalah, ukuran: 29x21) ke format buku (ukuran 21x15).
Edisi baru ini tampil dengan tema CINTA PERTAMA: KISAH PRAMOEDYA, REMAJA DAN HOMOSEKSUAL. Edisi ini berisi 8 tulisan:
1. 5 fiksi cerpen:· Ilham karya Dalih Sembiring · Cinta Seputih Ros karya Anton Septian R· 1258 SMS karya Begawan· She Doesn’t Love Me at All karya Sigit Rais· Cinta Anjing karya Anindita Siswanto
2. 2 tulisan review· Cinta yang Merana:Tinjauan atas Prosa ‘Love in The Time of Cholera’ Gabriel Garcia Marquez karya Veronica Kusuma· Malena dari Sisilia:Sex dan Cinta Pertama Renato karya Agnes Puput C
3. 1 wawancara dengan Pramoedya Ananta Toer :Cinta Hanya Naluri Sex Saja Pewawancara: Faiz Ahsoul

Dapetin segera di toko-toko buku dan distro-distro terdekat di kota kamu.
TUNGGU LAUNCHINGNYA DI TOKO BUKU AKSARA, JL. KEMANG, JAKARTA. SO SOON.

Thursday, June 23, 2005

Once a time

sekali
melarikan diri dari banyak hal
yang membuatmu tak punya hidupmu sendiri

hanya semalam
dan 13 sms masuk ke handphonemu
tak peduli
membiarkan semuanya terjadi
di luar kontrolmu

setelah berdebat dengan dirimu-sendiri
mengalahkan dirimu sendiri
untuk menjadi diri sendiri
dan terbebas dari dikte orang lain

meski tampak egois
tampak tak menyenangkan
tidak semua orang harus menyukaimu
sungguh
kau telah melakukan hal yang benar

membiarkan semuanya terjadi
di luar kontrolmu
di luar dikte orang-orang lain

membebaskanmu dari jaring sosial

Wednesday, June 22, 2005

About a guy

Ini tema yang mungkin terdengar cliche dan nggak penting banget. aku cuma mau nulis tentang tema yang udah lama out of my mind, gara-gara teror tak henti atas peristiwa agustus itu.
but anyway, aku agak sehat.
meski dalam keadaan putus asa parah karena persoalan kerja yang gak selesai-selesai.
aku agak bingung dan pusing dengan negosiasiku dengan miles soal gie.
kenapa ya kita selalu mendapat halangan yang banyak bangettttttttt kalo ada proyek?
aku selalu melihat temen2 di kota laen kayaknya nggak segitu banget deh perjuangannya. kenapa ya ada saja yang mesti dihadapi? but honestly, aku tuh hopeless banget negosiasi proyek satu ini. ini benar-benar berat, lebih karena kami sama2 nggak tau mesti gimana.
soale gara2 kampus dan rokok itu. wah pusing abis deh.
gimana ya?
mana yang dimataram belom pasti lagi. bagaimana ini?

oh, aku belum cerita ya.
aku menelepon miles beberapa minggu lalu dan sekarang, hampir tiap hari. menanyakan kemungkinan promo gie di jogja. tapi jogja ternyata dah out of the list dari promo mereka gara-gara mereka pakai sponsor rokok dan di jogja, tak ada kampus yang mau menerima rokok, kecuali uii dan upn, tapi mereka terlambat mengetahuinya. dan dengan tanpa malu dan kenekadan yang aku nggak tau dapat darimana, aku mengajukan diri dan menawarkan diri untuk mengorganize promo mereka.
tapi ternyata mereka nggak punya bayangan lain selain bedah buku catatan seorang demonstran. seseuatu yang agak mustahil dilakukan di sini.

kenapa mustahil? karena mereka low budget dan kami yang harus mengurus semua hal termasuk sponsorship. kalo ada pemutarannya, mungkin sponsor mau membiayai, tapi kalo bedah buku saja? aku nggak yakin.

dan sekarang, aku sendirian dan hopelessly, shamelessly, memaksa mereka promo di sini.
yaampun, aku tuh benar2 no direction at all. rasanya sedih gitu.
tapi sudahlah.
itu baru masalah pertama.
nanti pasti muncul masalah2 turunan berikutnya yang lebih banyak menghabiskan energi dan pikiran.

kemudian,
hari ini aku ke warnet, internet kantor belum juga beres di set up. dan aku ketemu temen-temen lamaku. my old handsome and posh friends. dululah sewaktu masih kuliah. mereka sedang di depan sana, di sebuah lounge dengan laptopnya masing-masing. so clean, sleek, handsome, and posh. mereka teman-temanku yang terkenal, ganteng, kaya dan pintar-pintar.
dulu kami sering jalan bareng (salah satunya pacarku hem..mantan pacar, more exact).
ya, ingatan lamalah. mereka dulu pernah menjadi teman-teman terbaikku (dan salah satunya, hingga sekarang) dan aku hanya ingat saat-saat dulu kita bersama. ke luar kota, naik gunung, travelling, berkemah, ke pantai, nginep bareng, ngobrol, dan ngegame bareng. but now, it was over.
dan aku nggak tau hidup mereka sekarang. but genetically, mereka established. anak-anak orang kaya yang mungkin gak perlu gelisah bagaimana cara mencari uang.

tapi entahlah,
aku sendiri nggak tau apa yang sedang kupikirkan tentang mereka. aku pernah menjadi bagian dari mereka tapi aku pun pernah merasa begitu alienated. tapi sudahlah, barangkali dalam hidup, kita akan bertemu dengan orang lama, juga orang baru.
ok, dan tentang orang baru.
aku baru pulang dari aceh.
ceritanya begini.
hari senin, ketika aku baru saja pulang dari jakarta, ibu manajer bilang, aku harus pergi lagi. jakarta? aku bertanya. bukan jakarta lagi, tapi aceh.
aku agak kaget. tapi ibu manajer pasti bercanda. bagaimana mungkin aku ke aceh?
dan hingga rabu, aku baru mendapat kepastian bahwa aku akan ke aceh. ke aceh.
it's all unbelieveble.
dan aku harus berangkat kamis pagi jam 9. dan malam sebelum aku berangkat, listrik di rumah mati, jadi aku tidur saja dan tidak melakukan persiapan. menyedihkan.

aku berangkat ke aceh dengan perasaan yang begitu datar. lama-lama aku merasa terbiasa dengan perjalanan. sudah 8 kali inilah aku menginjak soekarno hatta dalam sebulan ini. benar-benar keterlaluan.
kami ke aceh, dengan pikiran blank. aku tak punya bayangan tentang aceh. meski itu hanya potongan gambar dari televisi. tapi aku di aceh.

4 hari. penuhh. dengan kejutan-kejutan yang aneh. nanti aku akan bercerita lebih lengkap.
hari pertama, ada gempa dan aku lari ketakutan. kami berada di sebuah hotel di tengah reruntuhan sisa tsunami yang masih sunyi. macondo.
hari kedua, hujan deras dan prahara. banjir.
hari ketiga, banda aceh kota yang sentimentil sungguh. hujan dan lari. di ujung jalan, di depan kantor walhi. dan menanti jawaban padi. (kamu tau, komposisi ini?)
hari keempat, pulang pagi-pagi. dan di bandara soekarno hatta lagi. sendiri. sendiri.
ketika aku melihat a guy with white tshirt. melihatnya sejak di banda aceh, di bandara sultan iskandar muda. seems cool. late twenty or early thirty...with his toshiba laptop bag and polo bag.
hingga transit di medan dan kemudian ke jakarta. he is on my next seat ketika aku mutusin pindah dekat jendela and he is on my back.
setelah itu, sesampai di jakarta, ternyata dia transit juga. F7 dan aku F3.
dia surabaya dan aku jogja. apakah kau mengenal komposisi ini?
damn.

yeah, it's about a guy. dan seluruh ingatan ini menyusun komposisi yang begitu generis. tanpa kusadari. tapi untuk apa?
pada hari ketiga, aku di permata, lampreuik, aku bermimpi tentang a guy, sedang menceramahiku (seperti yang biasa dia lakukan) kepadaku.
dan di depannya, dalam perjalanan medan-jakarta, aku hampir-hampir membiarkan air mataku berjatuhan untuk sesuatu yang aku tak tahu.

ini sebuah komposisi yang salah.
sungguhkah?

Tuesday, June 21, 2005

zzzhhh

sorry, lagi sibuk banget.
semalam baru mendarat dari aceh yang terribly happy.

besok ya nulisnya. bentar lagi rapat neeh. dahhh

Wednesday, June 15, 2005

Aceh rebel!

Aku dah di sini
belum sarapan
keburu-buru
besok katanya harus ke aceh

hah, aceh?

Saturday, June 11, 2005

[Un] passionate jakarta

hari ini aku berada di sudut jaksa, di sebuah rumah dengan skylight yang menerangi kemurungaku.
ini jakarta yang ketiga.
dalam bulan ini.
rasanya tak ada yang perlu diceritakan lagi, selain rasa lelah yang tak ada habis dan siksaan mesin modern bernama AC di mana-mana.
capek.
sebuah kata yang kuulang-ulang selama bulan-bulan ini,
ketika dengan mata tembam harus bangun pagi, dengan terburu- buru ke bandara yang masih saja sunyi,
berada di burung besi selama 1 jam, mendarat, dan menemukan hal yang sama dari waktu ke waktu,
seolah-olah terminal 2F itu sengaja menyiksaku dengan bangunan-bangunannya yang kaku
berada di ruang-ruang berpendingin,
menyaksikan kemacetan dan mengalaminya berkali-kali
damn, damn, damn.
Cengkareng, Grogol, Taman Anggrek, Sudirman atau Kuningan, Menteng, Duren sawit, Kemang, Blok M.
Kepalaku tak lagi kuat menahannya.
hari ini, aku di sini lagi
di sebuah kota yang pernah sangat ingin kutundukkan
sebuah kota yang katanya menjadi masa depan banyak orang
dan aku telah melewatinya berkalii-kali
menundukkannya berkali-kali
I am lying hopelessly, livelessly.......
Kalau perjalanan ini disikapi sebagai jembatan, sebagai latihan,
maka aku sekarang sudah hampir-hampir menyerah
perjalanan ini menyiksaku.
sangat.
tubuhku terlalu rapuh.
terlalu pecah.
tak lagi ada harapan
untuk apa?
untuk siapa?
tadi, di sebuah hotel di kawasan menteng,
aku melihat lagi jakarta yang steril,
yang mati,
yang terbingkai kaku dalam kaca-kaca jendela
dan karpet itu masih hijau,
dan aku mendengar menanti jawaban-nya PADI
cukup sudah!
kota ini sudah menghabiskan seluruh rasa sedihku
rasa menyerahku.
aku hanya ingin pulang.
pulang.
meski aku tak punya rumah
(onie dan mbah telah membuatkan rumah kardus untukku. di surabaya)
aku ingin pulang.
(dan tiba-tiba aku kangen mama.......)
(hiks, hiks, hiks, .......

Wednesday, June 08, 2005

Offline, sometimes

I am offline, sometimes.
Due to our office move to the northern part of Jogjakakarta.
See you in different internet provider.

Sunday, June 05, 2005

I am here: sick sick sick

I am here and where are you?
I am sick, influenza and cold.

What happened then?
Everything is all right, so far, no need to hurry,no need to run
It seems everything is nice going.
I am just a little bit sick and tired.
but know life is worthed to be thankful.

I spend my days babysitting, chit chat, going and coming here and there, working in the midlle of my cough and coldness
and no phonecell network.
and no need to come home.

the day one,
spending time @aksara, book discussion tittled jumpha lahiri with intan and dony. feel like coming home. excellent experience. met mbak vivi, mbak boni and ade.

the day two.
watching (again) festival sinema perancis@tim, buying toba na sae (expensive).

the day three.
decide to book airplane ticket. plan to go to plaza senayan.

Wednesday, June 01, 2005

The way I am

Sorry, lagi sibuk. dan banyak hal nggak penting yang irritating banget.
pokoke emosi dan severe fatigue deh.
mana harus beres2 lapporan.
meski ke jakarta lagi.
di jakarta banyak agenda.
nah,kan.
bingungggggggggggg. capekkkkkkkkkkkkkkkk